Wednesday, February 28, 2018

Apa yang Sebenarnya Membedakan Kita?


Indonesia terdiri dari berbagai agama, suku, budaya, tradisi dan kepercayaan dan kita semua tahu itu. Kita mempelajarinya dalam buku-buku sekolah, melihatnya dalam kehidupan sehari-hari dan semoga kita juga bisa menghargainya. Bhinneka Tunggal Ika, biarpun berbeda tetapi kita satu juga. Tapi, sudahkah kita berpikir terbuka?


Monday, February 19, 2018

Peri Pencuri Senyum


Ada yang suka tersenyum? Cikaku, Liara, dan Fofota juga suka tersenyum. Ada banyak hal yang bisa membuat mereka tersenyum. Tapi ada sesuatu yang berbeda disini. Kau pernah mendengar tentang Peri Pencuri Senyum? Begitu orang-orang memanggilnya. Tidak ada seorang pun yang mau bermain dengannya. Orang-orang mengatakan jika kau mengganggunya, Peri itu  akan mencuri senyummu.
“Lihat,” ucap Fofota melihat seorang peri kecil duduk di bawah sebuah sendirian. Peri itu tampak murung. Kenapa ya? Kasihan dia, aku akan mengajaknya bermain, pikir Fofota lalu berjalan mendekati peri itu.
“Fofota!” panggil Cikaku, “Dia adalah Peri Pencuri Senyum. Jika kau menegurnya, senyummu akan menghilang,” ucap Cikaku.

Tuesday, February 6, 2018

Belawan, Rumah dengan Lautan Luas


Banyak dari kita yang memberi nama aneh pada seorang teman. Temanku sering memanggilku "Ti" lalu "Tik" dan tanpa sebab yang jelas berubah menjadi Itik. Kau juga pasti mempunyai nama panggilan dan cerita semacam itu. Seperti Aprilia yang kerap dipanggil Pil lalu menjadi Upil misalnya? Tapi, kau tahu apa yang membuat nama Itik terdengar mendrama?


Perkenalkan namaku Itik. Di kartu tanda penduduk, alamatku resmi tertulis Kampung Kolam. Seolah, ya begitulah seharusnya, seorang Itik memang harusnya tinggal di Kolam. Jadi, saat temanku memperkenalkanku pada temannya, dia akan mengatakan seperti ini, "Namanya Itik. Tinggalnya di Kolam." Dan aku hanya tersenyum manis. Semanis senyum seekor Itik sebelum dia menjadi angsa.

Sunday, January 28, 2018

Sehari Mengajar, Seumur Hidup Terinspirasi



Pernah mendengar Kelas Inspirasi?


Saya pernah mengikuti Kelas Inspirasi sebagai inspirator. Pada kesempatan itu, tema yang dibawakan adalah pengenal profesi relawan kepada adik-adik di sekolah marginal. Ada beberapa relawan dari berbagai profesi yang turun ke lapagan, menyapa adik manis di sekolah mereka. Saya sendiri terdaftar dengan profesi penulis. Sekolah yang saya datangi terbilang cukup baik (dibandingkan tim lain yang mobilnya harus didorong untuk menyebrang jembatan kayu, lalu mogok dan drama lain) dan muridnya cukup ramai. 

Thursday, December 7, 2017

Tangkap Hantunya, Rayga!


Rayga suka menonton film. Malam ini Rayga dan Mama menonton film hantu yang ditayangkan di Tv. Di film, sesosok hantu menyeramkan digambarkan sedang mengejar seorang anak yang sedang berjalan di bawah pohon. Hantunya amat menakutkan. Rayga menutup matanya sesekali. Melihat Rayga ketakutan, Mama menyuruhnya untuk tidur. Rayga pun menurut. Sebelum tidur Rayga selalu mencuci tangan dan kakinya. Kata mama, menjaga kesebersihan itu penting.
Ragya pun tertidur. Dalam mimpinya, Rayga sedang berjalan di halaman rumahnya. Tiba-tiba sesosok bayangan menyeramkan berada di belakangnya. Rayga melihat sosok itu, tinggi, tegap, mengenakan pakaian hitam dan wajah hitam penuh luka. Sosok itu mengejar Rayga.